Riza Purbo Widiasto

Graduate Student  of MB-IPB class of R47

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc
Marketing Class R-47
Master of Management and Business Agricultural University
(Institut Pertanian Bogor-IPB), Indonesia
 
Based on Book written by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C.Royke Singgih, Jusup Agus Sayono, Rico R Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives) Bogor, IPB Press.
 
 
1. Nurul Firdausi
Pertanyaan:Terjadinya perkembangan teknologi mengakibatkan kerugian terhadap pihak lain yang sebenarnya juga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. PT. Garuda Indonesia memiliki sistem online ticketing, dimana customer menyukai sistem online ini untuk memesan tiket karena lebih mudah,. Namun di sisi lain, travel agent sebenarnya memiliki keuntungan bagi PT. Garuda Indonesia, tetapi dengan adanya online ticketing para konsumen  lebih memilih untuk menggunakan online ticketing, sehingga travel agent mengalami penurunan. Bagaimana solusi terbaik agar semua merasa untung? Baik dari segi customer, travel agent ataupun pihak PT. Garuda Indonesia?

Jawaban:

Karena perkembangan jaman, teknologi pun menjadi semakin maju  Internet perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket pesawat dari cara konvensional menjadi lebih modern atau yang sering disebut booking online (online booking). Seluruh dunia khususnya perusahaan penerbangan memang sedang marak-maraknya mempromosikan sistem online ticketing, karena menurut perusahaan merupakan cara yang sistematis dan efisien, cunsomer juga merasakan hal yang sama, dengan adanya online ticketing mereka menjadi lebih mudah, efisien waktu (tidak perlu mendatangi travel agent), dengan membooking lewat internet dimana saja bisa langsung memesan tiket. Tetapi  terdapat kekurangan juga dalam online ticketing yaitu belum semua orang mengetahui tentang bagaimana caranya memesan tiket secara online, belum semua orang mengetahui dan paham betul tentang e-ticketing dan adanya kekhawatiran mengenai jaminan keamanan atas kode-kode kartu kredit, ATM, dan lain-lain setelah pembayaran transaksi. Sehingga travel agent masih diperlukan dalam bisnis penerbangan walaupun sedikit menurun pendapatannya tetapi travel agent masih dibutuhkan karena terkadang konsumen lebih percaya memesan tiket dengan menggunakan travel agent karena tidak akan terjadi kesalahan tujuan yang tercantum pada tiket sebab pembelian dilakukan secara langsung sedangkan melalui E-ticketing bisa terjadi kesalahan apabila konsumennya kurang paham akan sistem online.
 
 
2.     Sheila Nuraisha Hanif
Pertanyaan:Telah disebutkan bahwa ada lima pasiva merek yang berpotensi negatif bagi suatu perusahaan, salah satunya praktik bisnis yang dipertanyakan. Contohnya adalah merek Nike yang kehilangan beberapa nilai mereknya karena kondisi pabrik diluar negeri yang dipertanyakan kualitasnya. Ada juga berita negatif lain yang menimpa produk papan atas seperti Mcd, KFC, Coca Cola dll, dimana di internet tersebar video negatif tentang merek tersebut. Yang saya ingin tanyakan, bagaimana langkah yang telah ditempuh perusahaan besar tersebut sehingga sekarang ini tetap menjadi brand no 1 dan tetap unggul dibandingkan kompetitornya?

Jawaban:

Isu negatif tentang suatu produk perusahaan atau perusahaan tersebut memang merugikan, kalau tidak di tanggulangi secara baik dan benar akan berakibat fatal. Untuk itu perusahaan-perusahaan besar haruslah mempunyai tim public relations (humas) yang andal untuk dapat “menjawab” isu negatif yang ditujukan untuk perusahaan.

            Kalau untuk perusahaan manufaktur seperti Nike, hal yang pertama dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap produk mereka apakah sudah memenuhi standar atau belum. Seandainya ada produk yang sudah dijual ke pasaran maka akan di tarik kembali untuk diteliti kenapa bisa dibawah standar. Lalu mereka membuat iklan yang yang menjelaskan bahwa sebenarnya isu tersebut tidak benar, seperti baru-baru ini iklan yang di tayangkan oleh PT Freeport Indonesia saat terjadi konflik antara pegawai dan manajemennya. Intinya bagaimana pintar-pintarnya perusahaan tersebut untuk menanggulangi isu tersebut. Tetap tenang, tidak gegabah, dan evaluasi adalah sikap yang harus diperlihatkan sehingga dengan sendirinya masyarakat akan menilai bahwa memang tidak benar isu negatif tersebut. Sehingga lambat laun masyarakat akan lupa dengan sendirinya dan perusahaan tersebut tetap unggul dibandingkan kompetitornya.
 
 
3. Novina Eka S
PertanyaanDua merek minyak goreng yang menjadi Top of Mind adalah Filma dan Bimoli. Sebenarnya dua produk ini tidak berhadapan langsung, karena Filma dan Bimoli mempunyai segmen pasar yag berbeda. Melihat keberhasilan Filma meraup keuntungan dari segmen menengah ke atas, Bimoli pun tergiur untuk bermain di segmen yang sama dan memunculkan Bimoli Special. Tapi ternyata kemunculan Bimoli Special justru menyaingi Bimoli biasa dan mengakibatkan penurunan penjualan Bimoli (kanibal).

Jadi, bisa disimpulkan bahwa pesaing muncul dari produk yang diproduksi oleh internal perusahaan. Bagaimana dan apa pengukuran yang harus dilakukan oleh perusahaan agar kasus kanibalisasi tersebut tidak terjadi? Padahal di sisi lain product life cycle selalu menunjukkan kalau pada waktu tertentu produk mencapai tahap declining, dimana salah satu upayanya adalah memasukkan brand baru untuk produk yang serupa.

Jawaban:

Kasus yang terjadi pada perusahaan Bimoli tersebut bukan merupakan kasus kanibalisasi. Kedua jenis produk minyak goreng dengan merek yang berbeda (yaitu: Bimoli Special dan Bimoli) merupakan salah satu strategi pemberian merek yang dilakukan oleh perusahaan Bimoli dengan tujuan untuk memperluas pangsa pasarnya melalui pengeluaran produk baru untuk segmen yang berbeda. Sehingga tidak dapat dikatakan ini sebuah persaingan. Menurut Ujang Sumarwan, ada enam strategi pemberian merek yang penting berdasarkan perbedaan dan identitas yang dibagi, antaralain :

  • Merek-merek produk
  • Merek-merek sejenis
  • Merek-merek jajaran
  • Merek-merek sumber
  • Merek pendukung
  • Merek-merek payung
Berdasarkan strategi pemberian merek tersebut, perusahaan Bimoli melakukan strategi merek-merek produk yaitu perusahaan menggunakan nama yang unik dan menentukan posisi bagi setiap produknya. Dalam kasus ini, Bimoli mengeluarkan merek “Bimoli” untuk segmen pasar menengah ke bawah dan “Bimoli Special” untuk segmen pasar menengah ke atas. Masing-masing dengan segmen pasar sasarannya sendiri-sendiri dan keunggulan yang berbeda. Perusahaan Bimoli melakukan diferensiasi terhadap produk untuk memperluas pangsa pasarnya.Meskipun pada akhirnya penjualan Bimoli Special ini lebih diminati oleh konsumen daripada Bimoli biasa, namun perusahaan Bimoli tetap dapat memperoleh keuntungan melalui penjualan minyak goreng “Bimoli Special”. Dalam hal ini, dapat dilihat bahwa kedua jenis produk ini tidak dapat dikatakan bersaing. Hal ini dikarenakan produk-produk tersebut masih dihasilkan oleh satu perusahaan yang sama yaitu “Perusahaan Bimoli” sehingga pendapatan yang diperoleh perusahaan atas penjualan dari masing-masing produk tersebut dapat mengimbangi kerugian atas penjualan produk yang kurang diminati di pasar.

Contoh kasus lainnya adalah yang terjadi pada perusahaan provider yaitu perusahaan Telkomsel. Perusahaan ini mengeluarkan tiga jenis kartu telepon, diantaranya : HALO, Simpati dan AS. Ketiga jenis kartu tersebut memiliki segmen yang berbeda. Kartu HALO dan Simpati untuk kalangan menengah ke atas sedangkan kartu AS untuk kalangan menengah ke bawah.

Sesuatu hal yang wajar jika perusahaan melakukan perluasan pangsa pasar melalui diferensiasi produk pada segmen pasar yang berbeda. Hanya saja, perusahaan harus bisa memberi nama merek yang unik pada segmen yang ditujunya. Seperti yang dilakukan perusahaan provider “Telkomsel”, yaitu dengan mengeluarkan nama merek yang benar-benar berbeda (HALO, Simpati, dan AS) sehingga konsumen menganggap produk tersebut sama namun hanya beda merek dan harganya. Hal ini karena diperuntukkan segmen pasar yang berbeda.

Berbeda halnya dengan kasus yang terjadi pada perusahaan Bimoli, dengan pengeluaran produk Bimoli Special membeikan anggapan kepada konsumen bahwasanya produk Bimoli Special lebih unggul dibandingkan dengan Bimoli biasa. Walapun sebenarnya belum tentu atau bahkan hanya strategi pemberian merek produk saja. Namun nama merek ini jadi menimbulkan persepsi konsumen yang menganggap Bilmoli Special lebih bagus dibanding Bimoli biasa.

Menanggapi kasus tersebut, perusahaan Bimoli sebaiknya mengeluarkan nama merek produk yang benar-benar unik atau berbeda untuk segmen pasar yang berbeda sehingga konsumen tidak menganggap produk yang satu lebih bagus dibanding produk lainnya yang disebabkan karena adanya nama ‘Special’. 
 
 
4.  Leonardus Nikolas
Pertanyaan:Menurut kelompok Pink, bagaimana cara menaikkan merek yang jatuh/hancur. Misal : yang terjadi pada Citibank beberapa waktu lalu terjadi penggelapan dana oleh salah satu stafnya. Hal ini menyebabkan merek Citibank jatuh, apa yang sebaiknya dilakukan agar merek Citibank bisa naik lagi?

Jawaban:

Agar pemulihan citra baik dari perusahaan atau produk itu bisa berjalan dengan benar, ada beberapa langkah yang perlu dilaksanakan oleh manajemen, yaitu :

  1. Melakukan audit merek (brand audit). Antara lain dari internal menetapkan visi dan misi perusahaan. Dari segi eksternal, dengan memperbaiki pelayanan konsumen dan fokus pada konsumen.
  2. Melakukan revitalisasi dengan mengacu dari hasil audit merek. Misal, memperbaiki citra dengan merancang publikasi positif yang memperbaiki citra perusahaan.
  3. Melakukan aktivasi merek (brand activation). Dalam tahap ini, manajemen berupaya mendekatkan diri pada konsumen dengan beragam strategi publikasi yang sesuai dengan target pasar.
  4. Perbaikan citra secara terus menerus. Setelah citra membaik, perusahaan harus terus memperbaikinya agar masyarakat melihat citranya terus membaik.
 
Para pakar pemasaran menyakini citra perusahaan dan produk yang baik menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan. Sebab, citra baik membantu konsumen dalam proses menentukan pilihannya. Namun, hal yang terpenting di dalam citra itu melekat erat dengan kejujuran. Artinya citra baik akan ternoda, bahkan berubah buruk, jika produsen dalam kenyataannya hanya menebarkan kebohongan.
 
 
5.   Annisa Dieni Lestari
Pertanyaan:Mengenai adanya hambatan masuk dan keluar dalam sebuah industri atau bisnis. Contoh untuk industri yang entry barriers-nya tergolong lemah (mudah) adalah Mc. Donald’s. Padahal untuk membuat restoran franchise seperti Mc. Donald’s butuh banyak biaya, termasuk izin, sertifikasi dan standar standar lainnya yang harus dipenuhi. Kemudian untuk contoh industri dimana entry barriers-nya tergolong kuat (sulit) ada contoh AirAsia yang pada awalnya hanya memiliki 1 pesawat. Mohon penjelasannya.

Jawaban:

Entry barriers yang utama meliputi persyaratan kebutuhan modal yang cukup besar, persyaratan skala ekonomis, persyaratan kebutuhan panen dan lisensi, kelangkaan lokasi, bahan baku dan distributor serta persyaratan kebutuhan reputasi. Contoh industri yang entry barriers-nya mudah adalah industri restoran, misalnya Mc. Donlads, karena dibutuhkan modal yang relatif tidak terlalu besar, industri ini juga tidak membutuhkan teknologi yang tinggu dan rumit sehingga tidak dibutuhkan orang dengan keahlian khusus untuk bisa membuka bisnis restoran ini, siapa saja bisa dan mudah untuk masuk ke dalam bisnis ini. Selain itu, dapat kita lihat juga begitu banyaknya bisnis – bisnis restoran dimana mana, hal ini menunjukkan bahwa, walaupun ada kebutuhan izin, sertifikasi dan syarat – syarat yang harus dipenuhi tapi tidak terlalu sulit untuk dipenuhi. Kemudian jika dilihat dari kebutuhan lokasi, bisnis industri restoran ini cenderung tidak membutuhkan tempat yang terlalu besar untuk berdirinya, serta bahan baku yang mudah didapat.

Sedangkan untuk contoh industri yang entry barriers-nya kuat (sulit), contoh yang diberikan di buku adalah industri pembuat pesawat terbang. AirAsia bukanlah industri yang bergerak di bidang pembuatan pesawat terbang, melainkan perusahaan jasa penerbangan. Namun demikan tidak jauh berbeda dengan industri pembuatan pesawat terbang, industri jasa penerbangan juga membutuhkan teknologi yang tinggi, butuh orang dengan keahlian khusus yang bisa mengerti tentang teknologi yang digunakan. Modal yang dibutuhkan tentu saja relatif lebih besar jika dibandingkan dengan industri restoran seperti contoh sebelumnya. Kebutuhkan pemenuhan izin, sertifikasi dan syarat – syarat untuk berdirinya juga bisa dipastikan lebih sulit jika dibandingkan dengan bisnis restoran. Dari sisi pemenuhan bahan baku juga demikian, bahan baku yang digunakan dalam industri pembuatan pesawat terbang maupun industri jasa penerbangan ini tidak mudah untuk didapat dan harganya juga jauh lebih mahal.
 
 
6. Dian Lestari
Pertanyaan:Baru-baru ini kita dibuat bangga dengan karya anak bangsa di industri perakitan mobil dengan mengusung merek ESEMKA. Namun menurut beberapa pihak karena berbagai alasan nama tersebut perlu diganti untuk meramu ulang strategi branding produk harapan banyak orang ini. Bagaimana menurut anda? bagaimana membangun merek tersebut? bila diberi kesempatan untuk mengganti nama ESEMKA, nama apa yang diusulkan oleh kelompok pink? berikan alasannya

Jawaban:

Penggunaan nama ESEMKA sebenarnya tidak perlu dilakukan perubahan jika nasionalisme konsumen kuat, selain itu nama tersebut orisinil Indonesia yang merupakan singkatan dari SMK untuk sekolah menengah kejuruan yang hanya ada di Indonesia Ini akan menjadikan identitas merek (brand identity) yang khas Indonesia, kemudian membuktikan bahwa pendidikan di indonesia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemajuan teknologi di indonesia. Jika pengkomunikasian brand tersebut baik di konsumen maka akan menciptakan citra yang baik juga pada konsumen.

Penggunaan brand ESEMKA pada mobil karya anak-anak SMK menciptakan persepsi konsumen bahwa produk tersebut merupakan produk praktik karena SMK adalah sekolah yang sarat dengan praktik untuk siswa. Sehingga produk tersebut kurang diterima oleh berbagai konsumen.

Namun jika perlu melakukan branding untuk menciptakan citra yang lebih baik lagi pada mobil ESEMKA serta membangun merek tersebut perlu melakukan berbagai strategi guna menciptakan brand yang lebih baik dan dapat di terma baik kalangan nasional maupun internasional. Untuk membangun sebuah merek maka hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan kombinasi dari tiga unsur yaitu produk yang bagus, identitas yang berbeda, dan nilai tambah.   Ketiga unsur tersebut sangat penting untuk menciptakan sebuah merek yang sukses. Untuk membangun sebuah merek dimulai dengan memiliki sebuah produk yang efektif, kemudian produk harus diberikan identitas yang berbeda sehingga pelanggan bisa mengenali dan meminta dengan menyebutkan nama, hal terakhir yang terpenting sebuah merek harus memiliki nilai tambah dan memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa merek tersebut memiliki kualitas yang lebih baik atau lebih diinginkan dari produk sejenis dari pesaing-pesaing lainnya.
Jika diberi kesempatan untuk memberikan nama sebuah merek maka kelompok pink akan memberi nama untuk mobil buatan anak SMK tersebut dengan nama PIONEER. Alasan pemilihan nama tersebut karena pioneer memiliki arti sebagai perintis/pelopor yaitu sebagai produk mobil lokal pertama buatan anak-anak SMK indonesia selain itu penggunaan kata internasional pioneerkarena Merek-merek interenasional sering kali juga mendapatkan status lebih tinggi karena keglamoran yang dimiliki. Reputasi internasional memungkinkan perluasan merek dan masuk ke pasar-pasar baru. Merek-merek global seringkali memiliki tingkat pencapaian yang memberikan rasa percaya pada konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan. 

 7.  Dani Surahman

Pertanyaan :Menurut kelompok anda, pada kondisi seperti apa suatu perusahaan akan melakukan proses re-branding?

Jawab:

Di dalam dunia bisnis tentunya tidak dapat lepas dari pengaruh perubahan trend dunia. Perubahan itu dapat terjadi pada sisi perekonomian global, gaya hidup hingga pola pikir masyarakat. Rebranding adalah langkah perubahan yang diambil oleh brand untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal maupun internal bisnis. Selain itu, rebranding juga dapat dikatakan sebagai langkah perubahan secara visual yang mewakili perubahan strategi ataupun identitas brand tersebut. A’>NamuT� k 0ӭ(�akukan branding untuk menciptakan citra yang lebih baik lagi pada mobil ESEMKA serta membangun merek tersebut perlu melakukan berbagai strategi guna menciptakan brand yang lebih baik dan dapat di terma baik kalangan nasional maupun internasional. Untuk membangun sebuah merek maka hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan kombinasi dari tiga unsur yaitu produk yang bagus, identitas yang berbeda, dan nilai tambah.   Ketiga unsur tersebut sangat penting untuk menciptakan sebuah merek yang sukses. Untuk membangun sebuah merek dimulai dengan memiliki sebuah produk yang efektif, kemudian produk harus diberikan identitas yang berbeda sehingga pelanggan bisa mengenali dan meminta dengan menyebutkan nama, hal terakhir yang terpenting sebuah merek harus memiliki nilai tambah dan memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa merek tersebut memiliki kualitas yang lebih baik atau lebih diinginkan dari produk sejenis dari pesaing-pesaing lainnya.
Kapan waktu yang tepat melakukan rebranding? Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi indikator dibutuhkannya langkah rebranding :
  1. Perubahan Waktu, Tren dan Preferensi
Pada sebagian besar brand internasional melakukan rebranding pada periode yang sudah ditetapkan, dan berbeda antara satu produk dengan produk yang lain. Lamanya periode berdasarkan dari tren dan perkembangan pasar ataupun market research yang dilakukan.
  1. Adanya pergantian manajemen/strategi besar perusahaan
Adanya perubahan besar yang terjadi di suatu perusahaan, seperti pergantian direksi perusahaan atau merger beberapa perusahaan atau dibelinya suatu perusahaan oleh pihak lain, menjadi salah satu alasan kuat untuk melakukan rebranding. Karena biasanya perubahan tersebut berimbas pada perubahan strategi marketing maupun konsep produk, hingga pada konsep komunikasi itu sendiri. Momen ini menjadi momen yang penting bari produk/perusahaan untuk menciptakan image baru kepada konsumen.
  1. Adanya permasalahan/isu negatif yang menimpa brand
Rebranding juga dapat dilakuakan dengan tujuan untuk mengembalikan nama baik suatu produk/perusahaan. Namun seperti yang tadi disebutkan bahwa rebranding secara visual harus dilengkapi dengan perubahan menyeluruh dari hal negatif yang awalnya melekat pada image yang lama. Image wajah baru dan bentuk strategi komunikasi marketing yang baru menjadi awal berhubungan kembali dengan para konsumen.
  1. Perubahan pada fokus perusahaan/ brand
Dengan berjalannya waktu, fokus sebuah perusahaan atau brand seringkali bergeser ke arah yang lain. Contohnya dahulu sebelum fokus pada bisnis telekomunikasi Nokia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri ban mobil, seiring dengan perubahan fokus ini tentunya mereka harus melakukan Rebranding menyesuaikan dengan fokus bisnis mereka saat ini sehingga brand perceptionyang tercipta melalui identitas mereka misalnya bisa lebih tepat dan sesuai dengan bisnis mereka di mata para konsumennya. 

8.   Afiefah Bainnaura

Pertanyaan:Selama ini pandangan seseorang terhadap merek suatu produk atau perusahaan menjadi alasan seseorang untuk mengkonsumsi produk tersebut. Kebetulan saya baru memulai bisnis online, dan brand toko online saya belum dikenal oleh orang banyak. Sehubungan dengan hal tersebut, strategi pemasaran apa yang sebaiknya dilakukan oleh toko online saya yang baru berdiri sehingga dapat bersaing dengan toko online sejenis dan dipercaya oleh konsumen.

Jawaban:

Apabila kita sebagai pengusaha yang tidak memiliki modal yang besar, merupakan hal yang kurang bijaksana apabila “berperang” secara frontal dengan Market Leader karena akan mengakibatkan kekalahan yang telak bagi kita. Akan lebih bijaksana apabila kita menggunakan strategi Market nicher yaitu dengan menentukan target pada pasar – pasar kecil atau pasar – pasar yang tidak menarik bagi perusahaan – perusahaan yang lebih besar.  Salah satu keunggulan dari Market nicher adalah mereka sangat mengenal konsumen atau pelanggannya. Mereka memiliki keahlian khas dalam hal pasar, konsumen, produk dan sebagainya. Kita dapat melakukan strategi dengan membuat produk yang memiliki sifat maupun karakteristik khusus, kita dapat menerima pesanan khusus dari para pelanggan sehingga dapat menjadi nilai lebih dari produk yang kita tawarkan. Selain itu kita juga dapat menawarkan servis – servis unggulan seperti pengiriman gratis maupun katalog – katalog yang dikirim secara regular setiap bulan.

Selain daripada itu, untuk mengurangi biaya tetap dalam bentuk gedung dan sebagainya, kita dapat  memasarkan produk kita melalui Internet. Untuk dapat menarik pelanggan kita dapat membuat Online Shop dengan tampilan yang menarik perhatian. Saat ini banyak terdapat tempat – tempat khusus yang dapat kita titipkan produk – produk kita, ataupun tempat – tempat yang dapat menjadi perantara antara pembeli dengan penjual seperti Kaskus maupun Amazon.

 

9.  Febi Muryanto

Pertanyaan:Strategi persaingan apa yang dilakukan oleh MB-IPB agar mampu mengungguli para pesaingnya? Lalu ada persepsi yang mengatakan bahwa persaingan itu cenderung negatif, bagaimana pendapat anda?

Jawaban:

Dalam persaingan antara Perguruan Tinggi – Perguruan Tinggi se Indonesia, kami menyarankan MB IPB untuk melakukan strategi bersaing serangan langsung (Frontal Attack). Hal ini didasarkan karena MB IPB memiliki sumber daya – sumber daya unggulan yang dapat melakukan persaingan secara langsung dengan perguruan tinggi lainnya. MB IPB memiliki kurikulum yang sesuai dengan yang dibutuhkan mahasiswa/i di  dalam dunia pekerjaan, dengan kualitas para dosen yang tidak perlu dipertanyakan lagi, juga kemampuan para mahasiswa/I dalam menyelesaikan semua tugas yang diembankannya dengan semaksimal mungkin.

Mengenai adanya tanggapan bahwa persaingan itu selain berdampak negative juga dapat menjadi partner perusahaan kita, kelompok kita menyetujui pernyataan ini. Hal ini berasal dari pemikiran bahwa persaingan dapat berdampak negative apabila dalam menanggapi persaingan itu perusahaan melawannya dengan melakukan black campaignBlack campaign artinya Penggunaan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang tersebar mengenai sasaran kepada para lawan kita agar menimbulkan presepsi yang dianggap tidak etis. Di dalam melakukan sebuah black campaign, dibutuhkan strategi yang rapi, namun tajam, dan semuanya itu sudah pasti membutuhkan observasi, pengumpulan data, analisis, dan sebagainya. Jika black campaign dilakukan dengan tidak teratur, maka akan mudah dipatahkan oleh lawan kita, dan bahkan lawan kita bisa dengan mudah melacak siapa pelakunya. Dan itulah kenapa black campaign juga membutuhkan sejumlah biaya yang cukup besar pula, sama seperti halnya ‘whitecampaign. Karena itulah tidak ada gunanya untuk melakukan black campaign karena dapat membuat kedua belah pihak kehilangan nama baik di depan paran pelanggan.

Persaingan dapat dianggap sebagai partner perusahaan kita apabila dalam menanggapi serangan produk dari lawan, justru membuat kita mengevaluasi kelemahan produk dan berusaha untuk menyempurnakannya. Disinilah tugas seorang marketing untuk dapat menganalisis pesaing agar dapat mencapai sasaran pengembangan profit sifat dan sukses dari kemungkinan perubahan strategi yang dapat dilakukan pesaing dan kemungkinan tanggapan pesaing.

 

10.  Adhy Listya Paramitha

Pertanyaan:
  1. Bagaimana membedakan online shop yang asli dan palsu agar terhindar dari penipuan?
  2. Apa strategi produsen untuk tetap mempertahankan konsumen dan meyakinkan konsumen untuk dapat membeli secara online.
 Jawaban:
  1. Banyaknya penipuan di dunia maya, membuat kepercayaan konsumen akan bisnis online masih kurang. Penipuan yang sering terjadi yaitu uang sudah dibayarkan namun produk tidak dikirimkan, atau kualitas produk tidak sesuai dengan gambar yang ditampilkan. Sehingga konsumen lebih sering kecewa jika mereka membeli produk secara online, dan lebih yakin membeli produk offline karena bisa melihat dan memegang langsung produk yang ingin dibelinya. Solusinya bagi konsumen adalah dengan memilih toko yang sudah terpercaya. Salah satunya adalah dengan mimilih toko yang menyantumkan alamat lengkap dan contact person yang bisa dihubungi baik melalui chating, telepon atau sms. Selanjutnya konsumen harus cermat dalam meneliti  kualitas produk yang ditawarkan dengan melihat gambar produk dengan keterangan pendukung, misalnya saja jenis bahan yang digunakan, harga produk, tipe produk, ukuran produk, dll. Sehingga konsumen benar-benar memperoleh informasi secara detail. Untuk mengatasi masalah pembayaran, lebih baik dengan menggunakan akun paypal. Karena dengan menggunakan akun paypal apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan yang dipesan dapat diklaim kembali sehingga uang dapat kembali ke rekening kita.
 
  1. Sebaiknya tawarkan produk yang memiliki keunikan tersendiri, jadi persaingannya tidak terlalu tinggi. Lalu, dukung dengan kegiatan promosi bisnis online seperti optimasi seo, memberikan konten gratis pada konsumen, memasang iklan baris atau baner di website/blog terkenal, bergabung dengan forum bisnis online, atau bisa juga dengan memasarkannya secara offline. Sehingga bisnis Anda semakin dikenal banyak orang.
Kunci yang berikutnya dalam bisnis online adalah bagaimana produsen dapat membangun trust. Jadi untuk meyakinkan konsumen, cantumkan alamat lengkap dan contact person yang bisa dihubungi konsumen baik melalui chating, telepon atau sms. Selanjutnya, jaga kualitas produk yang Anda tawarkan. Serta lengkapi gambar produk dengan keterangan pendukung, misalnya saja jenis bahan yang digunakan, harga produk, tipe produk, ukuran produk, dll. Sehingga konsumen benar-benar memperoleh informasi secara detail.

Berikutnya adalah dengan tekun membangun basis pelanggan. Ada satu pembeli pun mereka layani dengan baik (barang diantar tepat waktu, jika cacat diganti, bahkan jika tidak suka pun boleh minta ganti). Satu pembeli yang puas itu akan bercerita kepada orang lain yang kemudian tertarik membeli di toko online tersebut. Tambahan pelanggan baru ini pun dilayani sebaik mungkin. Pelanggan baru yang puas ini kemudian menceritakan pengalamannya ke orang lain. Dan seterusnya, dan seterusnya, sehingga menjadi viral positif mengenai kepercayaan terhadap toko online tersebut terbentuk.

Viral marketing dari pelanggan yang puas inilah pemasaran terbaik bagi toko online. Tidak mengherankan jika penjualan terbesar sebuah toko online yang berhasil adalah berasal dari REPEAT ORDER (pembelian ulang dari pelanggan yang sama). Bukan pembelian dari konsumen baru. Itulah alasan bahwa “Trust, Trust, Trust” merupakan kunci sukses keberhasilan.

Leave a Reply


Refresh



*